Latest Entries »

Peraturan

Iklan

    Dah lama euy, gak ke TMII pas minggu pagi. Besok minggu mau jalan-jalan lagi ke TMII, ntar diceritain deh di sini.

Pendidikan Keaksaraan Fungsional (KF) di programkan pemerintah melalui jalur pendidikan non formal bertujuan untuk memberantas tiga buta di Indonesia yaitu buta huruf /aksara/baca tulis hitung. Disamping memberantas tiga buta diatas KF juga berfungsi mengurangi angka kemiskinan di Indonesia. Dalam Pelaksanaan Proses belajar mengajar disamping diajarkan membaca menulis dan berhitung juga diberikan keterampilan fungsional yang bermanfaat bagi warga belajar itu sendiri. Ini memungkinkan warga belajar dapat berusaha dari keterampilan yang telah duajarkan,dengan sendirinya dapat menopang pengasilan keluarga.

Seringkali ditemui di kelompok belajar KF, pembelajaran Keterampilan dilakukan hanya bertujuan agar warga belajar menguasai keterampilan tersebut sehingga pembelajaran di kelompok tersebut lebih mirip kursus memasak, membuat kue atau hantaran. Akibatnya warga belajar jadi terampil membuat kue tetapi tetap saja buta aksara. Seharusnya pembelajaran keterampilan itu kita jadikan media untuk menyampaikan materi pembelajaran sesuai dengan Standar Kompetensi Keaksaraan dengan memperhatikan tahapan penguasaan kompetensi berbahasa yaitu mendengar, berbicara, membaca dan menulis. Melalui pembelajaran keterampilan ini penyampaian materi pembelajaran sesuai Standar Kompetensi Keaksaraan jadi lebih mudah dilaksanakan.

Sebagai contoh pada keterampilan membuat bolu kukus, langkah pertama tutor membacakan resep bolu kukus dan warga belajar mendengarkan. Pada tahap ini tutor juga sudah menyediakan bahan-bahan yang akan digunakan untuk membuat bolu kukus, tetapi pada tahap ini belum praktek membuat bolu kukus. Selanjutnya warga belajar diminta menceritakan kembali isi resep tersebut dengan bahasanya sendiri, atau tutor melakukan tanya jawab dengan warga belajar mengenai materi yang ada pada resep tersebut. Warga belajar juga dapat diminta menunjukkan bahan- bahan kue yang disebutkan oleh tutor, caranya tutor menyebutkan benda yang dimaksud secara lisan dan warga belajar menunjukkan benda tersebut. Warga belajar dapat diminta untuk menceritakan apa saja tentang bolu kukus yang mereka ketahui, karena kita tahu kue jenis ini sudah popular di masyarakat. Pada tahap ini kita sudah melaksanakan pemberian materi untuk kompetensi mendengar dan berbicara. Langkah kedua tutor menuliskan judul BOLU KUKUS di papan tulis, kemudian melafalkannya dan warga belajar mengikuti. Tutor mengawali dengan melafalkan tulisan dalam satu kata, dipisah menjadi suku kata, dipisah menjadi per huruf, digabung menjadi suku kata, dan digabung menjadi kata. Tutor melafalkan setiap bentuk huruf (kata/suku kata) warga belajar menirukan. Demikian seterusnya. Sebagai contoh dapat dilihat berikut ini :

BOLU

BO – LU

B – O – L – U

BO – LU

BOLU

Setelah warga belajar dapat melafalkan dengan baik, tutor dapat mengenalkan huruf-hurufnya dan warga belajar dapat menulis huruf-huruf yang telah dikenal melalui bacaan di atas. Langkah berikutnya, warga belajar dapat diminta menyebutkan benda- benda disekitarnya yang dimulai dengan huruf depan B kemudian tutor menuliskannya di papan tulis. Dengan demikian kita sudah menyampaikan materi membaca dan menulis.

Untuk materi keterampilan ini tentu saja kita juga melakukan praktek membuat bolu kukus, sehingga warga belajar masing-masing dapat menguasai keterampilan ini. Seperti yang sama-sama sudah kita ketahui, pembelajaran keterampilan merupakan salah satu daya tarik bagi warga belajar untuk mengikuti Kelompok Belajar Keaksaraan Fungsional. Pada saat praktek ini, tutor dapat menyampaikan materi berhitung secara sederhana, dan menuliskan angkanya.

Dengan cara ini pembelajaran keterampilan dapat kita lakukan dalam 2-3 kali pertemuan agar tercapai standar kompetensi yang ingin dicapai. Misalnya pada pertemuan pertama belajar calistung, pertemuan kedua praktek keterampilan, pertemuan ketiga kembali belajar calistung. Demikianlah secara singkat contoh pencapaian standar kompetensi keaksaraan melalui pembelajaran keterampilan di kelompok belajar Keaksaraan Fungsional. Semoga dapat bermanfaat bagi para tutor KF maupun penyelenggara KF di masyarakat, dalam meningkatkan mutu pembelajaran KF.

Beberapa hari yang lalu ketika saya sedang mencari buku di Gramedia, saya tertarik dengan sebuah buku berwarna merah judulnya The Air Asia Story, Kisah Maskapai tersukses di Asia.  Buku ini terjemahan dari “The Air Asia Story” karya Sen Ze dan Jayne Ng.  Sejak lama saya sudah penasaran dengan maskapai ini, bagaimana cara mereka menekan harga tiket sehingga lebih murah dibanding pesaingnya.  Jadi saya putuskan untuk membeli buku ini.  Setelah saya membacanya, ternyata banyak juga yang saya bisa ambil dari strategi bisnis yang dianutnya, juga bagaimana ia mampu menyelesaikan segala kendala dan rintangan yang dihadapinya.

Berikut ini beberapa cara bagaimana maskapai murah ini dapat menekan biaya tiketnya, yang saya peroleh dari buku ini :

  • Meniadakan makanan, tetapi jika dibutuhkan dapat membeli di pesawat
  • Mengatur jadual dengan cermat sehingga mereka dapat menggunakan awak kabin yang sama untuk penerbangan balik kembali ke tujuan pemberangkatan dengan membawa penumpang baru.  Ini menurunkan biaya gaji awak kabin.
  • Tidak ada biaya akomodasi awak kabin karena mereka kembali ke rumah di hari yang sama, kasarannya sama dengan jam kerja kantor.
  • Pelanggan didorong untuk membeli tiket pada internet untuk menghindari kebutuhan akan konter tiket dan staf tiket sehingga menghemat sewa tempat dan gaji staf.  Tidak ada tiket yang dikeluarkan, hanya kode tiket dan rincian penerbangan yang dapat dicetak sendiri oleh pelanggan.
  • Air Asia membayar bahan bakar di depan untuk menjaga harga terendah dan meminimalkan resiko kenaikan harga bahan bakar.

Masuk akal ya, tentu saja masih banyak yang lainnya dan dapat dibaca selengkapnya dalam buku ini.

Dalam buku ini kita juga dapat mengetahui kisah awal pendirian Air Asia,  persaingannya dengan Malaysia Airlines, berusaha untuk mendapatkan hak mendarat di Singapura, dan kendala-kendala bisnis lainnya yang mereka hadapi.  Buku ini sangat menarik, dan saya rasa banyak-hal baik yang dapat kita ambil dari kisah bisnis Air Asia ini.

Setiap malam minggu, acara rutin saya dan suami adalah pergi ke tempat pencucian motor.  Tempat cuci motor langganan saya ini, dapat dibilang one stop service (menurut pendapat saya …sih).  Di tempat ini ada lapangan futsal yang dilengkapi dengan kamar ganti, toilet dan musholla.  Ada juga pujaseranya, tapi belum semuanya terisi.  Untuk konsumen, sambil menunggu motor selesai dicuci, disediakan majalah-majalah untuk dibaca.  Buat orang yang gila membaca seperti saya, menyenangkan sekali.

Tentang cucian motornya sendiri, yang mengesankan bagi saya adalah cara mencucinya.  Pertama-tama motor diangkat dengan hidrolik terus disemprot sampai bersih, kemudian disabun dan disikat sampai bersih.  Setelah itu disemprot air lagi, baru deh disemprot pakai busa kayak foam gitu.  Motor jadi kinclong.  Setelah bersih dan dikeringkan, baru disemir.  Lama juga prosesnya tapi memang bersih banget, dan mereka punya 4 landasan hidrolik jadi bisa 4 motor sekali cuci.

Suatu malam saya bertemu dengan pemilik tempat ini.  Ceritanya, pas motor saya sedang dicuci tiba-tiba mati lampu, gelap dong. Sedangkan posisi motor sudah terangkat.  Akhirnya motor dicuci dengan bantuan penerangan dari 2 lampu sorot yang dipegang oleh satpam dan pemilik tempat itu.  Pelayanan prima kan.  Bapak pemilik ini berumur kira-kira lebih dari 50 tahun, dia tidak tinggal di tempat ini tapi sering juga datang melihat usahanya ini.  Oke juga kan kalo nanti kita punya usaha yang bisa memberikan lapangan kerja bagi banyak orang.

Saya jadi berkhayal untuk punya usaha juga diluar pekerjaan utama saya … hehehe.  Usaha saya ini inginnya juga dalam satu tempat ada beberapa jenis layanan.  Salah satunya yang sedang terpikir sekarang saya ingin punya salon muslimah dengan toko buku, toko baju dan perlengkapan muslim lainnya, nggak ketinggalan ada tempat makan juga dong.  Terus malamnya saya mau jualan nasi kucing.  Oke kan khayalan saya.  Sekarang sih berkhayal dulu, tapi tentu saja saya akan berusaha mewujudkannya walaupun belum tahu kapan.  Mungkin saya perlu magang dulu ya biar tahu seluk beluk dunia usaha. Magang di toko kue kali enak yaa… So, apa khayalanmu …

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can alway preview any post or edit you before you share it to the world.