Pendidikan Keaksaraan Fungsional (KF) di programkan pemerintah melalui jalur pendidikan non formal bertujuan untuk memberantas tiga buta di Indonesia yaitu buta huruf /aksara/baca tulis hitung. Disamping memberantas tiga buta diatas KF juga berfungsi mengurangi angka kemiskinan di Indonesia. Dalam Pelaksanaan Proses belajar mengajar disamping diajarkan membaca menulis dan berhitung juga diberikan keterampilan fungsional yang bermanfaat bagi warga belajar itu sendiri. Ini memungkinkan warga belajar dapat berusaha dari keterampilan yang telah duajarkan,dengan sendirinya dapat menopang pengasilan keluarga.

Seringkali ditemui di kelompok belajar KF, pembelajaran Keterampilan dilakukan hanya bertujuan agar warga belajar menguasai keterampilan tersebut sehingga pembelajaran di kelompok tersebut lebih mirip kursus memasak, membuat kue atau hantaran. Akibatnya warga belajar jadi terampil membuat kue tetapi tetap saja buta aksara. Seharusnya pembelajaran keterampilan itu kita jadikan media untuk menyampaikan materi pembelajaran sesuai dengan Standar Kompetensi Keaksaraan dengan memperhatikan tahapan penguasaan kompetensi berbahasa yaitu mendengar, berbicara, membaca dan menulis. Melalui pembelajaran keterampilan ini penyampaian materi pembelajaran sesuai Standar Kompetensi Keaksaraan jadi lebih mudah dilaksanakan.

Sebagai contoh pada keterampilan membuat bolu kukus, langkah pertama tutor membacakan resep bolu kukus dan warga belajar mendengarkan. Pada tahap ini tutor juga sudah menyediakan bahan-bahan yang akan digunakan untuk membuat bolu kukus, tetapi pada tahap ini belum praktek membuat bolu kukus. Selanjutnya warga belajar diminta menceritakan kembali isi resep tersebut dengan bahasanya sendiri, atau tutor melakukan tanya jawab dengan warga belajar mengenai materi yang ada pada resep tersebut. Warga belajar juga dapat diminta menunjukkan bahan- bahan kue yang disebutkan oleh tutor, caranya tutor menyebutkan benda yang dimaksud secara lisan dan warga belajar menunjukkan benda tersebut. Warga belajar dapat diminta untuk menceritakan apa saja tentang bolu kukus yang mereka ketahui, karena kita tahu kue jenis ini sudah popular di masyarakat. Pada tahap ini kita sudah melaksanakan pemberian materi untuk kompetensi mendengar dan berbicara. Langkah kedua tutor menuliskan judul BOLU KUKUS di papan tulis, kemudian melafalkannya dan warga belajar mengikuti. Tutor mengawali dengan melafalkan tulisan dalam satu kata, dipisah menjadi suku kata, dipisah menjadi per huruf, digabung menjadi suku kata, dan digabung menjadi kata. Tutor melafalkan setiap bentuk huruf (kata/suku kata) warga belajar menirukan. Demikian seterusnya. Sebagai contoh dapat dilihat berikut ini :

BOLU

BO – LU

B – O – L – U

BO – LU

BOLU

Setelah warga belajar dapat melafalkan dengan baik, tutor dapat mengenalkan huruf-hurufnya dan warga belajar dapat menulis huruf-huruf yang telah dikenal melalui bacaan di atas. Langkah berikutnya, warga belajar dapat diminta menyebutkan benda- benda disekitarnya yang dimulai dengan huruf depan B kemudian tutor menuliskannya di papan tulis. Dengan demikian kita sudah menyampaikan materi membaca dan menulis.

Untuk materi keterampilan ini tentu saja kita juga melakukan praktek membuat bolu kukus, sehingga warga belajar masing-masing dapat menguasai keterampilan ini. Seperti yang sama-sama sudah kita ketahui, pembelajaran keterampilan merupakan salah satu daya tarik bagi warga belajar untuk mengikuti Kelompok Belajar Keaksaraan Fungsional. Pada saat praktek ini, tutor dapat menyampaikan materi berhitung secara sederhana, dan menuliskan angkanya.

Dengan cara ini pembelajaran keterampilan dapat kita lakukan dalam 2-3 kali pertemuan agar tercapai standar kompetensi yang ingin dicapai. Misalnya pada pertemuan pertama belajar calistung, pertemuan kedua praktek keterampilan, pertemuan ketiga kembali belajar calistung. Demikianlah secara singkat contoh pencapaian standar kompetensi keaksaraan melalui pembelajaran keterampilan di kelompok belajar Keaksaraan Fungsional. Semoga dapat bermanfaat bagi para tutor KF maupun penyelenggara KF di masyarakat, dalam meningkatkan mutu pembelajaran KF.

Iklan